
NTT, pilarpos.site – Institut Ahmad Dahlan (IAD) Probolinggo bersama Institut Teknologi, Bisnis, dan Kesehatan (ITBKES) Ahmad Dahlan Jawa Timur terus memperluas jejaring kerja sama akademik antar-Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Kali ini, kedua perguruan tinggi tersebut menjajaki kerja sama strategis dengan STKIP Muhammadiyah Kalabahi, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang dilaksanakan pada Sabtu, 31 Oktober 2026, bertempat di ruang pertemuan STKIP Muhammadiyah Kalabahi.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas akademik, pengembangan sumber daya manusia, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Saat ini, IAD Probolinggo memiliki tujuh program studi jenjang Sarjana (S1) dan tiga program studi jenjang Magister (S2). Sejumlah program studi yang memiliki keterkaitan dalam bidang pendidikan dinilai mempunyai potensi besar untuk dikembangkan melalui kerja sama akademik dengan STKIP Muhammadiyah Kalabahi, khususnya dalam penguatan pembelajaran, pengembangan kurikulum, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat berbasis kebutuhan lokal.
Rektor IAD Probolinggo sekaligus pimpinan ITBKES Ahmad Dahlan Jawa Timur, Benny Prasetiya, menegaskan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi merupakan kebutuhan strategis dalam menghadapi dinamika dan tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks.
“Perguruan tinggi tidak bisa berkembang secara sendiri-sendiri. Kita harus membangun kolaborasi yang saling menguatkan, terutama di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Kami memiliki komitmen bahwa seluruh PTMA harus maju bersama. Potensi akademik yang dimiliki IAD Probolinggo maupun ITBKES Ahmad Dahlan Jawa Timur harus dapat dikolaborasikan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Benny Prasetiya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kerja sama tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai program akademik, seperti visiting professor, kuliah tamu, pertukaran mahasiswa (student exchange), penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah bersama, serta program pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) di STKIP Muhammadiyah Kalabahi juga membuka peluang sinergi yang semakin luas, terutama dalam pengembangan pendidikan Islam, inovasi pembelajaran, penguatan karakter, dan transformasi pendidikan berbasis nilai-nilai Islam Berkemajuan.
Salah satu komitmen penting dalam penjajakan kerja sama ini adalah pemberian kesempatan beasiswa pendidikan Magister (S2) bagi alumni STKIP Muhammadiyah Kalabahi untuk melanjutkan studi pada program pascasarjana IAD Probolinggo. Inisiatif tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kualifikasi akademik dan pengembangan sumber daya manusia, khususnya bagi generasi muda dan tenaga pendidik di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.
“Melalui program beasiswa pascasarjana, kami ingin membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi alumni STKIP Muhammadiyah Kalabahi. Kami berharap kerja sama ini mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkemajuan, dan transformatif, sekaligus menjadi penggerak perubahan sosial dan pendidikan di daerahnya,” tambah Benny Prasetiya.
Penandatanganan MoU dilakukan secara langsung oleh Ketua STKIP Muhammadiyah Kalabahi, Muhammad Abdullah, S.Sos., M.Pd., bersama pihak IAD Probolinggo dan ITBKES Ahmad Dahlan Jawa Timur. Momentum tersebut menjadi landasan awal untuk mengembangkan program-program kerja sama yang lebih konkret, berkelanjutan, dan memberikan manfaat timbal balik bagi seluruh institusi.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Alor, Badan Pembina Harian (BPH), para dosen STKIP Muhammadiyah Kalabahi, serta Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi Pendis) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.
Melalui kerja sama ini, IAD Probolinggo, ITBKES Ahmad Dahlan Jawa Timur, dan STKIP Muhammadiyah Kalabahi diharapkan mampu membangun ekosistem pendidikan tinggi yang kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada kemajuan bersama. Sinergi antar-PTMA tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pemerataan akses pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menghadirkan pendidikan tinggi Muhammadiyah yang unggul dan berdampak bagi masyarakat Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur. (Benn)







