
Pinrang, pilarpos.site – Kembalinya tokoh – tokoh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kecamatan Mattiro Sompe kabupaten Pinrang tentunya mengundang berbagai pertanyaan, ada apa dengan BKPRMI Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang. Silaturahmi ini didukung Fotocopy Pallameang A Sarifudin Minggu,06 September 2026.
Hal ini kembali dipertegas salah satu senior BKPRMI Kecamatan Mattiro Sompe Andi Salman Hatta bahwa pentingnya mengembalikan peran remaja ke masjid sebagai pusat pembinaan karakter dan peradaban
Menurutnya, gerakan “Kembalikan Remaja pada Masjid” harus menjadi agenda DPK BKPRMI kecamatan Mattiro Sompe yang digerakkan secara masif di seluruh desa kelurahan.
Lebih lanjut Dalam pernyataannya, Pengurus BKPRMI Andi Salman Hatta menilai bahwa arus globalisasi dan derasnya pengaruh media sosial telah menjauhkan sebagian besar generasi muda dari nilai-nilai spiritual dan sosial yang berakar di masjid. Oleh karena itu, masjid harus kembali difungsikan tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan moral, intelektual, dan kepemimpinan remaja.
“Remaja hari ini adalah pemimpin umat di masa depan. Jika mereka tumbuh jauh dari masjid, maka masa depan bangsa ini khususnya kecamatan Mattiro Sompe Pinrang akan kehilangan arah spiritual. BKPRMI hadir untuk memastikan masjid kembali menjadi rumah bagi generasi muda millenial,” tegasnya.
Gerakan ini, lanjutnya, tidak hanya menekankan aspek dakwah, tetapi juga penguatan kegiatan kreatif, edukatif, dan sosial yang menarik bagi remaja. Program seperti Remaja Masjid Mengabdi, Masjid Youth Festival, hingga Pelatihan Kepemimpinan dan Kewirausahaan Islami diharapkan menjadi daya tarik baru yang mampu menggairahkan semangat remaja untuk aktif di lingkungan masjid.
Pertemuan BKPRMI Kecamatan Mattiro Sompe ini juga mendorong pemerintah daerah, tokoh agama, serta lembaga pendidikan untuk bersinergi dalam mendukung gerakan ini. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar pesan spiritualitas, moralitas, dan kepemimpinan islami benar-benar hidup di tengah generasi millenial yang Modern
“Masjid bukan sekadar tempat salat. Masjid adalah ruang membangun karakter, ilmu, dan solidaritas umat. Saatnya seluruh elemen ikut menggaungkan gerakan ini agar remaja kita tumbuh dengan nilai iman dan tanggung jawab sosial,” tutupnya.
Hal ini kembali dipertegas untuk menyatukan persepsi tokoh – tokoh BKPRMI Kecamatan Mattiro Sompe yang turut hadir seperti ustadz Abdullah Nannai , ustadz Tabrani, Bapak Nawawi , Gusman Mammi, Ridwan(diwang), Fajar Mahmud, Santri Waris, Andi Saripudin ( p.podding tuan rumah), Baktiar, Bahri Hasan, Mussin Jack dan juga ustadzah Erna, Suri, muntaha, dan beberapa pengurus OKP dan Pemuda Remaja masjid kecamatan Mattiro Sompe. (Mssjack)







